Pusat Produk JOGJATIP
08112652078 sms 08112652078 08112652078 adrishazia@gmail.com

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
"Kangen Jogja, JOGJATIP WAE..." Melayani Jasa Titip Mulai 10.000 sd 25.000/pcs/box

Menyoal Wadah Tunggal Koperasi (Tanggapan Atas Tulisan M Noor Azazi Ahsan)

KategoriKoperasi
Di lihat434 kali
Harga Rp (Hubungi CS)

Detail Produk Menyoal Wadah Tunggal Koperasi (Tanggapan Atas Tulisan M Noor Azazi Ahsan)

Menyoal Wadah Tunggal Koperasi

(Tanggapan Atas Tulisan M Noor Azazi Ahsan)

Menyoal Wadah Tunggal Koperasi

Suroto PH : ketua Akses dan Ketua Kosakti

Oleh : Suroto***

Angin reformasi boleh bertiup kencang dan proses demokratisasi boleh terus berjalan, tapi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) kelihatanya tetap saja tak bergeming dan mencari-cari pembenar untuk mendapatkan legitimasi sebagai wadah tunggal organisasi gerakan koperasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Koperasi yang saat ini sedang digodog lagi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sikap defensif tersebut setidaknya terlihat seperti apa yang dituliskan oleh Saudara M. Noor Azazi Ahsan yang mengatasnamakan Dekopin di media ini (12/7/2011).

Memang betul tidak ada larangan untuk mendirikan Organisasi atau lembaga aspirasi gerakan koperasi lainya seperti yang Bung Azazi tuliskan, tapi adalah sama saja pengabaian dan diskriminatif terhadap yang lainnya ketika Undang-Undang yang merupakan aturan umum memberikan legitimasi khusus dan bahkan menyebutkan dirinya sebagai satu-satunya wadah organisasi koperasi yang berlaku bagi keseluruhan aktivitas gerakan perkoperasian.

Kita tidak boleh lupa, salah satu substansi penting didorongnya pembaharuan terhadap UU No. 25/1992 Tentang Perkoperasaian adalah karena mendegnya demokratisasi dan dinamisasi dalam wadah organisasi gerakan koperasi karena legitimasi formal terhadap Dekopin yang dicantumkan secara khusus dalam UU maupun RUU sebagai wadah satu-satunya alias tunggalisasi. Padahal jelas, diluar Dekopin, ada organisasi gerakan koperasi yang memiliki hak yang sama sebagai satuan organisasi gerakan koperasi sehingga ini adalah bentuk diskriminasi yang tidak sejalan dengan visi demokrasi yang merupakan salah satu nilai yang diteggakkan oleh gerakan koperasi diseluruh belahan bumi.

Penggunaan argumentasi historis bahwa saat pendirian Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang diklaim sebagai cikal bakal Dekopin menurut saya juga sangat miskin substansi dan abai terhadap fakta sejarah. Analisa Bung Azazi alpa terhadap sejarah bahwa SOKRI pada saat dideklarasikan sama sekali bukan untuk dijadikan sebagai subordinasi kepentingan kekuasaan seperti yang terjadi pada masa Orde Baru (Orba) berkuasa dalam pola fragmentasi politik dan pengendalian yang ketat terhadap organisasi masyarakat sipil dalam bentuk tunggalisasi wadah organisasi dan pengendalian elit dengan bentuk gelontoran dana organisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dipungut dari pajak rakyat pada umumnya.

Bung Azazi dalam analisanya juga lalai bahwa raison d”Etre (alasan adanya) koperasi itu adalah untuk menjadicountervailing dari dari sistem estatisme dan juga kapitalisme sekaligus.  Mensubordinasikan gerakan koperasi dalam pola wadah tunggal adalah bentuk keterbirian kekuatan koperasi sebagai gerakan masyarakat sipil dan sekaligus memandulkan gerakan secara keseluruhan dihadapan kepentingan kapitalisme global. Fakta ini tak perlu kita cari-cari, lihatlah alih-alih Dekopin akan menjadi kritis terhadap kebijakan yang merugikan kepentingan masyarakat, untuk membiayai dirinya saja harus menyandarkan sepenuhnya dari APBN yang jelas mengganggu otonomi dan kemandirian koperasi yang merupakan salah satu prinsip utama koperasi.

Kita juga tidak dapat menutup mata, keberadaan Dekopin sebagai wadah tunggal ternyata hanya menjadi batu loncatan para elit politik untuk mencari kekuasaan ketimbang memikirkan inovasi dan kreatifitas bagi terwujudnya kemandirian ekonomi anggotanya.  Bukti paling gamblang, lihatlah dalam satu dekade terakhir, Pimpinan Dekopin hanya sibuk dengan upaya perebutan kursi ketua dan menjadikan Dekopin sebagai tempat empuk untuk menghabiskan dana APBN yang jumlahnya hingga ratusan milyard bagi kepentingan segelintir elit.

Tunggalisasi wadah koperasi dengan demikian telah menjebak gerakan koperasi yang harusnya masif menjadi simbolik. Selain itu, tunggalisasi jelas menentang terhadap Undang-Undang Dasar yang menjamin kebebasan bagi tiap-tiap orang untuk berafiliasi atau tidak dengan sebuah organisasi. Ini jelas menentang prinsip demokrasi koperasi yang menganut asas sukarela. Tunggalisasi wadah koperasi dengan legitimasi UU dengan demikian menghadapkan Dekopin sendiri dengan masyarakat sipil.

Mari kita belajar dari organisasi wartawan indonesia, sejak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tak lagi menjadi wadah tunggal apa yang bisa kita lihat? Organisasi wartawan tumbuh dimana-mana dan ada puluhan bahkan mungkin ratusan organisasi yang turut mendorong munculnya pertumbuhan industri media dimana-mana.  Dimana saya yakin akan demikian halnya dengan organisasi koperasi kita.

Sebagaimana kita ketahui, pasal 113 dalam RUU Koperasi menyebutkan “Gerakan Koperasi Indonesia mendirikan satu Lembaga Gerakan Koperasi yang berfungsi sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan bertindak sebagai pembawa aspirasi Koperasi, dalam rangka pemberdayaan Koperasi”.  Sedangkan dalam penjelasan pasal dan ayat ini, a.l. disebutkan ,bahwa “Yang dimaksud dengan Lembaga Gerakan Koperasi adalah Dewan Koperasi Indonesia disingkat DEKOPIN dst….” “Gerakan Koperasi Indonesia mendirikan satu Lembaga Gerakan Koperasi….”, kata satu hendaknya ditiadakan. Demikian juga kalimat, “Yang dimaksud dengan Lembaga Gerakan Koperasi adalah DEKOPIN…..” juga sebaiknya ditiadaan sepenuhnya dalam penjelasanya.

Usulan pembaharuanya adalah “ organisasi-organisasi gerakan Koperasi Indonesia dapat mendirikan Organisasi Gerakan Koperasi secara bersama-sama dalam sistem yang demokratis dan otonom melalui Musyawarah Nasional”. Kemudian pasal selanjutnya adalah “ Organisasi gerakan Koperasi dan Koperasi-koperasi tingkat daerah secara bersama-sama dapat mendirikan suatu organisasi Gerakan Koperasi Daerah”

Sebagai tambahan kritik usulan Dekopin yang telah dimuat dalam RUU adalah mengusulkan perubahan nomenklatur “Pengawas” menjadi “Pengurus” dan “Pengurus” menjadi “Direksi” itu juga menunjukkan bahwa Dekopin itu tidak memahami apa yang menjadi dasar filosofi dari fungsi-fungsi organisasi koperasi secara mikro dan kemudian secara gegabah telah turut pula mendorong sistem organisasi koperasi kearah perusahaan swasta kapitalis, dimana jelas beda diantara keduanya karena fungsi “pengawas” di struktur koperasi itu adalah sebagai fungsi check and balance dalam mekanisme demokrasi koperasi dan bukan fungsi subordinasi sebagaimana terjadi dalam perusahaan swasta yang sepenuhnya digerakkan oleh investor(investor driven).

Satu hal lagi, jatidiri koperasi itu adalah merupakan watak yang melekat pada perilaku para pegiat koperasi. Diatara watak orang koperasi itu adalah menjunjung tinggi demokrasi, dan sikap kemandirian.  Memaksakan kehendak untuk tetap menjadikan Dekopin sebagai wadah tunggal tidak hanya defisit demokrasi, tapi juga telah menggugurkan klaim terhadap siapapun yang mengaku sebagai pembela jatidiri koperasi.

Jakarta, 14 Juli 2011

***Penulis, adalah Ketua Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I), anggota Klub Diskusi Palanstere, tinggal di Jakarta

Produk lain Koperasi

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 08112652078
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKoperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 08112652078
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNarasi Sejarah Koperasi Yang Salah
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 08112652078
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangApakah Koperasi Itu Hanya Simpan Pinjam? Jawabnya No!!
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 08112652078
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangRUU Perkoperasian Sudah Disusupi Kepentingan Pribadi
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
08112652078
08112652078
08112652078
adrishazia@gmail.com